Categories
News

3 Hal Mengejutkan Stephen Hawking, Sempat Ragukan Black Hole

Nama Stephen Hawking, fisikawan ternama yang kisah hidupnya sempat difilmkan dalam ‘Theory of Everything’ ternyata menyimpan fakta unik. Hawking diketahui merupakan ahli yang getol membahas misteri kehidupan dari segala aspek.

Tapi siapa sangka, ada tiga hal mengejutkan yang mungkin belum kamu tahu tentang pria jenius yang meninggal akibat ALS atau Lou Gehrig’s Disease ini. Berikut ini beberapa faktanya, seperti dikutip dari National Geographic. Agen Slot Joker

1. Taruhan soal eksistensi black hole

Bagi mereka yang mengikuti kinerja Hawking sejak lama, yang berfokus pada misteri lubang hitam, akan sedikit mengejutkan jika mengetahui Stephen Hawking pernah bertaruh tentang eksistensi black hole atau lubang hitam.

Pada 10 Desember 1974, Hawking bertaruh dengan fisikawan Kip Throne, apakah Cygnus X-1, sumber x-ray masif di galaksi kita, adalah black hole. Awalnya keduanya yakin itu adalah lubang hitam namun Hawking mendadak berbalik arah melawan Cygnus X-1. Cygnus X-1 kini terbukti merupakan sebuah black hole.

Bertahun-tahun kemudian, Hawking memasuki taruhan terkait lubang hitam lainnya dengan fisikawan teoritis Thorne dan John Preskill di tahun 1997. Ketiganya bertaruh apakah sebuah black hole ‘melahap’ objek yang memuat informasi yang disandikannya atau tidak. Thorne dan Hawking bertaruh bahwa lubang hitam memang menghancurkannya — dan ini melanggar prinsip mekanika kuantum. Preskill tidak setuju.

Pada tahun 2004, Hawking mengakui kekalahannya dalam taruhan dan membelikan Preskill sebuah ensiklopedia bisbol sebagai hadiah. Hawking kemudian mencoba mencari tahu bagaimana cara kerja lubang hitam dan membuat kemajuan penting dalam studi 2016 dalam Physical Review Letters. Namun paradoksnya tetap belum terpecahkan.

 

2. Bahaya alien

Hawking berulang kali memperingatkan tentang bahaya umat manusia bertemu peradaban asing. Dalam seri dokumenter 2010-nya ‘Into the Universe with Stephen Hawking’, ia mengatakan bahwa peradaban alien yang cukup maju bisa saja mengunjungi Bumi dan mungkin bisa menimbulkan pertikaian.

“Alien canggih seperti itu mungkin akan menjadi nomaden, mencari planet apa pun yang bisa mereka capai untuk mereka taklukkan dan jajah. Siapa yang tahu apa batasnya?” ujarnya.

 

3. AI, bencana atau berkah?

Hawking juga menyuarakan kekhawatiran akan potensi dan kerugian dari kecerdasan buatan (AI). Dia mengkhawatirkan AI dapat menimbulkan ancaman eksistensial bagi kemanusiaan.

“Pengembangan kecerdasan buatan penuh bisa menjadi akhir dari umat manusia,” katanya dalam wawancara dengan BBC di 2014.

“AI akan berkembang sendiri dan mendesain ulang dirinya sendiri pada tingkat yang semakin canggih. Manusia, yang dibatasi oleh evolusi biologis yang lambat, tidak bisa bersaing, dan akan digantikan,” sambungnya. slot gratis pragmatic play no deposit

Namun, Hawking menekankan bahwa AI tidak selalu buruk. Dalam sebuah pidato di tahun 2016, sebagaimana dilaporkan oleh Guardian, Hawking menyadari adanya manfaat besar tak terelakkan dari AI.

“Potensi dari menciptakan kecerdasan buatan sangat besar. Setiap aspek kehidupan kita akan diubah,” tuturnya.

Categories
Info

Cara Cerdas Menangkal Hoaks yang Tersebar di Media Sosial

Persebaran hoaks di media sosial semakin merajalela. Setiap pekannya,  puluhan hoaks yang tersebar di media sosial seperti Facebook hingga WhatsApp Grup.

Untuk menangkal hoaks yang kerap mengecoh di media sosial, beberapa organisasi seperti PBB hingga UNESCO mencanangkan pekan literasi yang fokus pada masyarakat di era digital dan bahaya disinformasi. judi tembak ikan deposit pulsa tanpa potongan

Berikut ini kami akan memaparkan beberapa cara cerdas menangkal hoaks yang sering tersebar di media sosial:

1. Cek Sumber Berita

Langkah mudah pertama yang paling gampang mengetahui sebuah informasi dengan menggunakan Google News. Anda bisa memeriksa apakah informasi yang Anda lihat telah dilaporkan oleh media yang dapat dipercaya. Jika berita yang Anda baca tidak bisa divalidasi oleh sumber resmi yang lain, kemungkinan besar berita itu palsu.

2. Periksa Foto

Biasanya, sebuah informasi palsu alias hoaks menggunakan foto yang tidak sesuai. Nah, untuk mengetahui kebenaran dari sebuah foto, Anda bisa melakukan penelusuran gambar terbalik melalui Google Images atau Yandex.

Nanti, hasil pencarian Google Images atau Yandex akan mencari database online apakah foto itu bisa pernah muncul secara online atau tidak. Dari sini, Anda bisa mengetahui apakah foto itu diselewengkan atau tidak.

3. Perhatikan URL

cek-link

Anda pasti sering menemukan pesan dengan iming-iming hadiah yang mencantumkan sebuah link URL. Ketika Anda klik link tersebut, Anda diminta memasukan data pribadi.

Perlu diingat, URL sebuah informasi hoaks biasanya menggunakan domain yang tidak jelas. Domain yang mainstream digunakan adalah dotcom hingga dotgodotid.

4. Mengecek Kredibilitas Narasumber dalam Berita

Narasumber yang dikutip dari suatu berita juga dapat digunakan sebagai indikator keakuratan informasi. Untuk mengecek kredibilitas narasumber yang pernyataannya dimuat dalam suatu pemberitaan, warga dapat mencari data diri seseorang melalui situs pipl.com.

Aplikasi berbasis web yang mengklaim dirinya sebagai mesin pencarian data diri terbesar di dunia ini dapat digunakan dengan memasukkan kata kunci berupa alamat email, nama pengguna media sosial, bahkan nomor telepon. Cara ini juga bisa digunakan dengan menggunakan search engine lain seperti Bing atau Google.

Tentang Cek Fakta
Merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. Judi Tembak Ikan Online

Mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.